publishers admin area

Jumat, 06 April 2012

PERKEMBANGAN ILMU FISIKA, ILMU KIMIA, DAN ILMU BIOLOGI


Assalammualaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbilalamin, puji serta syukur kita panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena berkat rahmat, karunia serta hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “PERKEMBANGAN ILMU FISIKA, ILMU KIMIA, DAN ILMU BIOLOGI”. Tak lupa salawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjunan Nabi Muhammad SAW, kepada para sahabatnya, dan sampai kepada kita sebagai umatnya. Amin.
Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan dan kekeliruan dalam pembuatan makalah ini. kami sadari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena tak ada manusia yang sempurna. Kebenaran hanyalah milik Allah SWT. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan kritik dan saran dari para pembaca.
Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan bimbingan-Nya serta rahmat-Nya kepada kita semua. Amin.
Wassalammualaikum wr. wb.



                                                                                      Pontianak,     Maret  2012




                                                            DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR………………………………………………………….    i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………     ii
BAB I PENDAHULUAN………..…………………………………………….     1
A.    Latar Belakang………………………………………………………..    1
B.     Rumusan Masalah……………..………………………………………   1
C.     Tujuan Makalah……………………………………………………….   1
BAB II PEMBAHASAN…………………………………………………………  2
A.    Perkembangan Ilmu Biologi…………………………………..………   2
B.     Perkembangan Ilmu Fisika………………………………..…………..    4
C.     Perkembangan Ilmu Kimia………………………………..…………..   9
BAB III PENUTUP…………………………….……..……………..………......   12
D.    Kesimpulan………….……………………….………………..………   12
E.     Saran…………………………….…………….………………..……..   13
DAFTAR PUSTAKA……………………..………………………….…………   14


 BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

          Ilmu pengetahuan di anugerahkan Tuhan kepada manusia, agar manusia dapat memanfaatkanya dengan baik untuk kehidupannya, dengan ilmu pengetahuan tersebut manusia dapat mengetahui manfaat serta mudharat dari setiap benda yang ada di sekitar kita.
          Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia pun dapat mengetahui hal-hal yang kecil yang kasat oleh mata. Bahkan hal-hal yang berada di luar bumi, akan tetapi kebanyakan manusia telah terpaut dengan apa yang telah mereka ketahui dan melupakan Tuhan yang telah memberi mereka pengetahuan.


B. RUMUSAN MASALAH

           Kami sebagai penyusun, merumuskan masalah yang akan kami presentasikan dalam makalah ini sebagai berikut :
1. Bagaimana perkembangan ilmu biologi, fisika dan kimia menurut IPA Barat?
2. Bagaimana perkembangan ilmu biologi, fisika dan kimia menurut Al Qur’an?
3. Bagaimana hubungan dan kesesuaian di antara keduanya?


C. TUJUAN MAKALAH
            Dari latar belakang dan isi dari makalah ini kita semua mendapat informasi-informasi tentang Perkembangan ilmu fisika, ilmu kimia dan ilmu biologi











                                                                                



BAB II
PEMBAHASAN

PERKEMBANGAN ILMU FISIKA,KIMIA DAN BIOLOGI MENURUT ILMU PENGETAHUAN BARAT DAN AL QUR’AN

A. PERKEMBANGAN ILMU BIOLOGI
1.Pengertian
             Biologi  adalah ilmu mengenai kehidupan. Istilah ini diambil dari bahasa Belanda "biologie", yang juga diturunkan dari gabungan kata bahasa Yunani, bio("hidup") dan logos ("lambang", "ilmu"). Akan tetapi ada juga yang menggunakan  istilah ilmu hayat (diambil dari bahasa Arab,  artinya "ilmu kehidupan").

2.Perkembangan Ilmu Biologi Menurut Ilmu Pengetahuan  Barat
          Manusia selalu ingin tahu dan gemar mencari tentang asal usul dan permulaan dari adanya sesuatu. Bagi para ahli biologi zaman dulu kehidupanlah yang menjadi objeknya, sehingga
mereka membuat pertanyaan “apakah hidup itu” dan “ dari manakah asalnya Kehidupan ”.Kemudian muncullah anggapan-anggapan pemikiran tentang asal usul kehidupan, anggapan kuno yang pertama dikemukakan oleh Aristoteles dengan teorinya abiogenesis atau generatio spontanea menjelaskan bahwa makhluk hidup terjadi begitu saja dari benda mati.
            Pada pertengahan abad XVII,  Leeuwenhoek dengan mikroskop buatannya telah berhasil mengamati benda-benda kecil yang aneh dalam setitik air yang di ambil dari tempat merendam jerami. Dia pun beranggapan bahwa makhluk hidup dapat muncul begitu saja dari benda-benda mati.

          Seiring berjalannya waktu, muncullah teori baru yang di kenal nama Omne vivum ex ovo dan Omne ovum ex vivo,artinya bahwa makhluk hidup itu berasal dari telur dan semua telur berasal dari makhluk hidup, dari teori ini dapat disimpulkan bahwa kehidupan dapat terjadi karena telah ada kehidupan sebelumnya. Akan tetapi teori ini belum bisa memberi jawaban dari pertanyaan tentang asal mula kehidupan pertama di bumi ini, hal ini karena teori di atas hanya menerangkan perkembangan makhluk hidup sesudah adanya makhluk tersebut.
          Pada tahun 1893 Hawold Uray, seorang ahli kimia dari University of Chicago mengemukakan sebuah teori yang dikenal dengan teori Uray, Ia berpendapat bahwa suatu saat atmosfer bumi kaya akan molekul-molekul metana(CH4), amoniak(NH3), serta H2 dalam bentuk gas,kemudian karena pengaruh aliran listrik halilintar dari radiasi-radiasi sinar kosmos, unsur-unsur tersebut mengalami reaksi kimia dan membentuk asam amino yang merupakan bagian penting dari protoplasma. Oleh karena itu teori Uray dipandang sebagai dasar konsep tentang terjadinya makhluk hidup menurut biologi modern.
          Kita telah mengetahui bahwa telah ada kehidupan dibumi ini pada zaman dulu dari berbagai fosil yang telah ditemukan. Berdasarkan usia fosil-fosil itu, kehidupan dibumi dibagi menjadi beberapa zaman, yaitu;
1). Zaman Azoikum, yaitu zaman sebelum ada kehidupan, sekitar 5000juta tahun yang lalu.
2). Zaman Archaezoikum, yaitu zaman ketika bumi masih dingin, sekitar 3500juta tahun yang lalu.
3). Zaman Proterozoikum, yaitu zaman kehidupan binatang lunak, sekitar 1000juta tahun yang lalu.
4). Zaman Paleozoikum, yaitu zaman ketika amphibi, kepiting, dan reftilia pertama, sekitar 200-600juta tahun yang lalu.
5). Zaman Mesozoikum, yaitu zaman mamalia pertama, burung pertama, dan reftil raksasa(dinosaurus) sekitar 230-135juta tahun yang lalu.
6). Zaman Kenozoikum, yaitu zaman manusia purba punah, awal manusia dan binatang modern, sekitar 70juta tahun yang lalu sampai sekarang.
          Karena begitu luasnya ilmu pengetahuan yang terkandung didalam ilmu biologi, para ahli pun membagi cabang-cabangnya agar mempermudah mempelajarinya, cabang- cabang ilmu biologi tersebut yaitu:
1). Botani;  mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan.
2). Zoologi; mempelajari tentang hewan.
3). Morfologi; mempelajari tentang bentuk dan struktur luar makhluk hidup.
4). Anatomi; mempelajari tentang bentuk dan struktur dalam makhluk hidup.
5). Fisiologi; mempelajari tentang fungsi bagian tubuh atau organ makhluk hidup.
6). Sitologi; mempelajari tentang sel secara mendalam.
7). Histologi; mempelajari tentang jaringan-jaringan organ secara mendalam.
8). Palaentologi; mempelajari tentang makhluk-makhluk hidup masa lampau.

3.Perkembangan Ilmu Biologi Menurut Al Qur’an
          Selama berabad-abad manusia mencari jawaban tentang asal usulnya, dengan berbagai fosil dan artefak yang telah di temukan, mereka menerka-nerka awal kehidupan, tapi mereka hanya mendapatkan sebuah anggapan yang tak tentu kebenarannya.
Al Qur’an memberi jawabannya dengan jelas dari pertanyaan di atas, yaitu :
Q.S. 21 : 30 ;
Artinya:
“Dan KAMI menjadikan setiap yang hidup dari air”
Q.S. 24 : 45;
Artinya:
“Dan ALLAH telah menciptakan semua jenis hewan dari air”

          Kemudian makhluk-makhluk berkembang biak dan proses kejadian makhluk pun berubah menjadi pertemuan antara sel sperma dan sel telur. Hal ini sesuai dengan teori omne vivum ex ovo dan omne ovum ex vivo.
          Sebenarnya ayat-ayat Al Qur’an telah menerangkan kepada kita tentang awal terjadinya kehidupan dibumi, serta proses-proses alam lainnya, misalnya;
Artinya:
“Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (Q.S Al-An’am [6]: 95)


B. PERKEMBANGAN ILMU FISIKA

1.Pengertian
          Fisika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan-perubahan yang bersifat sementara.

2.Perkembangan Ilmu Fisika Menurut Ilmu Pengetahuan Barat
Menurut Richtmeyer, sejarah perkembangan ilmu fisika dibagi dalam empat periode yaitu:
a.        Periode Pertama,
          Dimulai dari zaman prasejarah sampai tahun 1550-an. Pada periode pertama ini dikumpulkan berbagai fakta fisis yang dipakai untuk membuat perumusan empirik. Dalam periode pertama ini belum ada penelitian yang sistematis. Beberapa penemuan yang berguna bagi kemajuan ilmu pengetahuan pada periode ini terutama penemuan pada:
2400000 SM - 599 SM: Di bidang astronomi sudah dihasilkan Kalender Mesir dengan 1 tahun = 365 hari, prediksi gerhana, jam matahari, dan katalog bintang. Dalam Teknologi sudah ada peleburan berbagai logam, pembuatan roda, teknologi bangunan (piramid), standar berat, pengukuran, koin (mata uang).

600 SM – 530 M: Perkembangan ilmu dan teknologi sangat terkait dengan perkembangan matematika. Dalam bidang Astronomi sudah ada pengamatan tentang gerak benda langit (termasuk bumi), jarak dan ukuran benda langit. Dalam bidang sain fisik Physical Science, sudah ada Hipotesis Democritus bahwa materi terdiri dari atom-atom. Archimedes memulai tradisi “Fisika Matematika” untuk menjelaskan tentang katrol, hukum-hukum hidrostatika dan lain-lain. Tradisi Fisika Matematika berlanjut sampai sekarang.

530 M – 1450 M: Mundurnya tradisi sains di Eropa dan pesatnya perkembangan sains di Timur Tengah. Dalam kurun waktu ini terjadi Perkembangan Kalkulus. Dalam bidang Astronomi ada “Almagest” karya Ptolomeous yang menjadi teks standar untuk astronomi, teknik observasi berkembang, trigonometri sebagai bagian dari kerja astronomi berkembang. Dalam Sain Fisik, Aristoteles berpendapat bahwa gerak bisa terjadi jika ada yang nendorong secara terus menerus; kemagnetan berkembang ; Eksperimen optika berkembang, ilmu Kimia berkembang (Alchemy).

1450 M- 1550: Ada publikasi teori heliosentris dari Copernicus yang menjadi titik penting dalam revolusi saintifik. Sudah ada arah penelitian yang sistematis

b.      Periode Kedua
          Dimulai dari tahun 1550an sampai tahun 1800an. Pada periode kedua ini mulai dikembangkan metoda penelitian yang sistematis dengan Galileo dikenal sebagai pencetus metoda saintifik dalam penelitian. Hasil-hasil yang didapatkan antara lain:

Kerja sama antara eksperimentalis dan teoris menghasilkan teori baru pada gerak planet.
Newton: meneruskan kerja Galileo terutama dalam bidang mekanika menghasilkan hukum-hukum gerak yang sampai sekarang masih dipakai.Dalam Mekanika selain Hukum-hukum Newton dihasilkan pula Persamaan Bernoulli, Teori Kinetik Gas, Vibrasi Transversal dari Batang, Kekekalan Momentum Sudut, Persamaan Lagrange.

Dalam Fisika Panas ada penemuan termometer, azas Black, dan Kalorimeter.
Dalam Gelombang Cahaya ada penemuan aberasi dan pengukuran kelajuan cahaya.
Dalam Kelistrikan ada klasifikasi konduktor dan nonkonduktor, penemuan elektroskop, pengembangan teori arus listrik yang serupa dengan teori penjalaran panas dan Hukum Coulomb.

c.       Periode Ketiga
          Dimulai dari tahun 1800an sampai 1890an. Pada periode ini diformulasikan konsep-konsep fisika yang mendasar yang sekarang kita kenal dengan sebutan Fisika Klasik. Dalam periode ini Fisika berkembang dengan pesat terutama dalam mendapatkan formulasi-formulasi umum dalam Mekanika, Fisika Panas, Listrik-Magnet dan Gelombang, yang masih terpakai sampai saat ini.

          Dalam Mekanika diformulasikan Persamaan Hamiltonian (yang kemudian dipakai dalam Fisika Kuantum), Persamaan gerak benda tegar, teori elastisitas, hidrodinamika.
Dalam Fisika Panas diformulasikan Hukum-hukum termodinamika, teori kinetik gas, penjalaran panas dan lain-lain.

Dalam Listrik-Magnet diformulasikan Hukum Ohm, Hukum Faraday, Teori Maxwell dan lain-lain.Dalam Gelombang diformulasikan teori gelombang cahaya, prinsip interferensi, difraksi dan lain-lain.

d.      Periode Keempat
          Dimulai dari tahun 1890an sampai sekarang. Pada akhir abad ke 19 ditemukan beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan melalui fisika klasik. Hal ini menuntut pengembangan konsep fisika yang lebih mendasar lagi yang sekarang disebut Fisika Modern. Dalam periode ini dikembangkan teori-teori yang lebih umum yang dapat mencakup masalah yang berkaitan dengan kecepatan yang sangat tinggi (relativitas) atau/dan yang berkaitan dengan partikel yang sangat kecil (teori kuantum).

          Teori Relativitas yang dipelopori oleh Einstein menghasilkan beberapa hal diantaranya adalah kesetaraan massa dan energi E=mc2 yang dipakai sebagai salah satu prinsip dasar dalam transformasi partikel.

         Teori Kuantum, yang diawali oleh karya Planck dan Bohr dan kemudian dikembangkan oleh Schroedinger, Pauli , Heisenberg dan lain-lain, melahirkan teori-teori tentang atom, inti, partikel sub atomik, molekul, zat padat yang sangat besar perannya dalam pengembangan ilmu dan teknologi.

Secara klasikilmu fisika terbagi ke dalam :
1). Mekanika
2). Panas
3). Bunyi
4). Cahaya
5). Gelombang
6). Listrik
7). Magnit
8). Fisika terapan(tehnik mekanik, sipil, dan listrik)

3. Perkembangan Ilmu Fisika Menurut Al Qur’an
Ayat-ayat Al Quran Berhubungan dengan ilmu fisika :

Gejala Fisis
Artinya:
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal". (Al Imran :190)

          Dalam ayat diatas kita diberi petunjuk, setidaknya tersirat beberapa makna antara lain adalah: alam semesta yang senantiasa berproses tanpa henti dan menyajikan banyak sekali gejala dalam seluruh dimensi ruang dan waktu yang terus berkembang.

Artinya:
" Hanya kepada Allah lah tunduk/patuh segala apa yang ada dilangit dan di bumi baik atas kesadarannya sendiri ataupun karena terpaksa, (dan sujud pula) bayang-bayangnya diwaktu pagi dan petang" (ar Raad :15)

          Dalam ayat ini Allah SWT mengingatkan kita bahwa apapun nama dan bentuk gejala yang ditunjukan-Nya selalu mengikuti suatu sistem dengan hukum-hukum yang telah ditetapkan-Nya.
Artinya:
" Maka sesungguhnya Aku bersumpah dengan cahaya merah diwaktu senja, dan dengan malam dan apa yang diselubunginya. Dan dengan bulan apabila jadi purnama, sesungguhnya kamu melalui tingkat-demi tingkat". 
(Al Insyiqaaq 16-19) 

          Allah SWT menampilkan gejala fisis untuk diartikan sebagai perumpamaan antara lain behwa terdapat 3 tahap yang harus dilalui manusia yaitu : pertama, adanya ketidaktahuan kita seperti kita melihat dalam kegelapan malam. Kedua, adanya keragu-raguan kita seperti halnya kepekaan kita melihat cahaya merah di waktu senja dan ketiga, ditunjukan-Nya gejala fisis serta penjelasan secara nyata dan membawa isyarat keindahan dan keagungan-Nya.
Artinya:
" Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur'an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat memetik pelajaran " (az Zumar :27)

Artinya:
"Kepunyaan Allah lah segala apa yang dilangit dan dibumi, Sesungguhnya Allah, Dialah Maha kaya lagi Maha Terpuji. 
"(Luqman :26)

          Untuk memenuhi keingintahuan terhadap rahasia-rahasia alam ini penjelasan-penjelasannya selalu dipakai pendekatan-pendekatan dalam bentuk atau keadaan yang sederhana atau keadaan-keadaan ideal. Keadaan ideal ini dinyatakan dalam bentuk perumusan matematika yang selanjutnya kita sebut sebagai hukum-hukum fisika.

-Dinamika
Artinya:
"Tidak ada balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula." (Ar Rahman: 60)
Secara harfiah dapat diartikan bahwa munculnya balasan kebaikan merupakan buah dari interaksi. Dalam ayat ini tersirat pula makna dari pemberian dan balasan berupa potensiyang dimiliki suatu benda.


-Usaha dan Energi
Artinya:
"Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdekatan (ar Rad : 4)

          Secara harfiah diartikan sebagai berdekatan dalam dimendi tempat, sebagi daerah, wilayah, negara dsb. Yang mempunyai potensi baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya yang mengolah, mengembangkan dan meningkatkan.. Berikutnya potensi tersebut saling dipertukarkan baik dari sisi keunggulan komparatif maupun kompetitif.




-Impuls dan momentum
Artinya:
" Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakan, dan mereka tidak akan merugikan
." (Al Jaatsiyah :22)

          Ayat diatas merupakan penjabaran interaksi yang terjadi dialam secara lebih luas lagi. Interaksi tidak sekedar saling pengaruh mempengaruhi, saling memberi dan saling menerima antar manusia, mahluk atau benda.

-Getaran
Artinya:
" Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulangi bagi manusia dalam al Qur'an ini bermacam-macam perumpamaan. Dan manusia adalah mahluk yang paling banyak membantah." (Al Kahfi :54)

          Ayat diatas merupakan pernyataan Allah SWT tentang kandungan al Quran yang mengingatkan kita dengan berbagai perumpamaan secara berulang-ulang. Apabila kita perluas makna ayat diatas dengan peristiwa atau gejala fisis bahwa Allah menciptakan alam semesta dengan wujudnya atau materinya selalu bergerak secara berulang-ulang. Gerak berulang dalam ruang berdimensi satu sering kita sebut sebagai getaran.

-Gelombang
Artinya:
" Dan diantara tanda -tanda kekuasaanNya ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmatNya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintahNya dan supaya kamu dapat mencari karuniaNya, mudah-mudahan kamu bersyukur." (Ar Ruum : 46)

          Secara umum "angin" disini sebagai angin yang bertiup membawa awan untuk menurunkan air hujan dan angin yang meniup kalpal layar agar dapat berlayar dilautan. Kita merasakan kedekatan makna "angin" dalam ayat ini adalah gelombang, bukan saja gelombang bunyi yang membawa berita tetapi juga gelombang radio atau gelombang elektromagnet yang mampu dipancarkan kesegala penjuru dunia bahkan seluruh jagad raya ini.

-Elastisitas
Artinya:
" Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca." (ar Rahman: 7)

          Dalam ayat ini tersirat yang berhubungan dengan kenyataan yang telah diketahui manusia dari berbagai gejala yang terlihat atau telah dilakukan percobaan dan pengukurannya. Dalam kaitan masalah yang akan di bahas di sini, bukan peristiwa pemuaiannya atau keseimbangannya , namun ada suatu sifat yang menertai dalam peristiwa itu yaitu sifat kelenturan atau elastis.

-Fluida bergerak atau mengalir
Artinya:
" Dan pada perkisaran angin terdapat pula tanda-tanda (kekuasaan) Allah bagi kaum yang berakal. (Al Jaatsiyah : 5)
Artinya:
" Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari padanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaanNya bagi kaum yang berfikir." (Al Jaatsiyah : 13)

Kedua ayat diatas sangat berkaitan erat dengan teknologi keudaraan.. Diawali dengan ayat 5, dengan terjemahan "tshriifirriyaahi" sebagai perkisaran angin kita dituntun untuk mempelajari sifat fluida yang bergerak atau mengalir. Disambung oleh ayat 13, menegaskan dasar dari teknologi keudaraan.

-Suhu dan Kalor
Artinya:
"Dan Dia {menundukan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainnan macamnya, sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaannya. (An Nahl :13)

          Secara harfiah memang kita melihat dan merasakan banyak wujud dan jenis benda yang diciptakan Allah SWT. Dibalik itu banyak juga yang tidak tampak dan berupa sifat atau potensi, antara lain seperti energi yang disediakan untuk manusia. Energi itu termasuk suhu dan kalor.

C. PERKEMBANGAN ILMU KIMIA
1.Pengertian
          Ilmu kimia adalah salah satu cabang dari IPA yang mempelajari tentang materi, komposisi materi, sifat materi, dan perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan tersebut.
          Materi adalah sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa, misalnya batu, kayu, udara, dan lain-lain.Komposisi materi adalah unsur-unsur yang menyusun suatu materi berdasarkan proporsi tertentu, misalnya air(H2O), maksudnya unsur-unsur air terdiri dari 2 atom hidrogen dan 1 atom oksigen.
          Sifat materi adalah ciri khas yang dapat digunakan untuk membedakan suatu materi dengan materi yang lainnya, misalnya air bersifat cair berbeda dengan batu yang bersifat keras.
Perubahan materi adalah proses berubahnya suatu materi menjadi materi yang baru, misalnya kayu berubah menjadi arang atau abu setelah mengalami proses pembakaran.

2.Perkembangan Ilmu Kimia Menurut Ilmu Pengetahuan Barat
         Pada saat  manusia masih berfikir secara primitif, mereka tidak bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang berasal dari alam seperti gempa, banjir dan lain sebagainya,  sehingga mereka cenderung memuja apa yang menjadi penyebab kesulitan tersebut dengan harapan bahwa kesulitan itu tidak menimpa mereka lagi. Pada abad pertengahan hal tersebut berubah menjadi mistik. Para ahli kimia beranggapan bahwa dengan kekuatan gaib mereka dapat membuat emas dari tembaga, timah atau bahan yang lainnya,  Mereka mencari berbagai cara untuk merubah material yang tidak berharga seperti tembaga dan sebagainya menjadi sesuatu yang sangat berharga seperti emas degan cara melapisinya dengan emas asli, untuk meyakinkan masyarakat saat itu.
         Ilmu kimia baru berkembang sebagai ilmu pengetahuan pada akhir abad ke-17 setelah Antoine Lauzent Lavoisier melakukan suatu penelitian dengan metode yang dikenal dengan “metode ilmiah”. Dia melakukan suatu penelitian kuantitatif pada pembakaran zat-zat besi, timah dan sebagainya di dalam sebuah tabung. Ternyata hasil dari pembakaran memiliki massa yang lebih besar dari zat semula sebelum dibakar, sedangkan tekanan udara dalam tabung tersebut menurun. Lavoisier pun menarik kesimpulan bahwa saat terjadi pembakaran, ada suatu zat yang di ambil dari udara.
         Dari pengamatan tersebut, Lavoisier mengenal adanya suatu zat yang terdapat di dalam udara yang bersenyawa dengan zat yang mengalami pembakaran, zat tersebut oleh Lavoisier disebut dengan oksigen. Lavoisier akhirnya menyimpulkan bahwa pembakaran adalah suatu peristiwa bersenyawa unsur suatu zat dengan oksigen dari udara.  Berawal dari hal ini metode ilmiah pun berkembang pesat. Pada tahun 1665 ilmuwan bangsa inggris Robert Hooke menemukan sel, tahun 1869 Friendrich M. seorang ahli Bio-kimia menemukan asam deoksiribonukleat(DNA), tahun 1950 Maurice W. menemukan struktur DNA, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju, ilmu pengetahuan tentang kimia pun menjadi semakin sulit untuk di kuasai, sehingga ilmu Kimia pada umumnya dibagi menjadi beberapa bidang utama. Terdapat pula beberapa cabang antar-bidang dan cabang-cabang yang lebih khusus dalam kimia.
a. Kimia analitik adalah analisis cuplikan bahan untuk memperoleh pemahaman tentang susunan kimia dan strukturnya. Kimia analitik melibatkan metode eksperimen standar dalam kimia. Metode-metode ini dapat digunakan dalam semua subdisiplin lain dari kimia, kecuali untuk kimia teori murni.
b. Biokimia mempelajari senyawa kimia, reaksi kimia, dan interaksi kimia yang terjadi dalam organisme hidup. Biokimia dan kimia organik berhubungan sangat erat, seperti dalam kimia medisinal atau neurokimia. Biokimia juga berhubungan dengan biologi molekular, fisiologi, dan genetika.
c. Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang kimia organologam.
d. Kimia organik mengkaji struktur, sifat, komposisi, mekanisme, dan reaksi senyawa organik. Suatu senyawa organik didefinisikan sebagai segala senyawa yang berdasarkan rantai karbon.
e. Kimia fisik mengkaji dasar fisik sistem dan proses kimia, khususnya energitika dan dinamika sistem dan proses tersebut. Bidang-bidang penting dalam kajian ini di antaranya termodinamika kimia, kinetika kimia, elektrokimia, mekanika statistika, dan spektroskopi. Kimia fisik memiliki banyak tumpang tindih dengan fisika molekular. Kimia fisik melibatkan penggunaan kalkulus untuk menurunkan persamaan, dan biasanya berhubungan dengan kimia kuantum serta kimia teori.
f. Kimia teori adalah studi kimia melalui penjabaran teori dasar (biasanya dalam matematika atau fisika). Secara spesifik, penerapan mekanika kuantum dalam kimia disebut kimia kuantum. Sejak akhir Perang Dunia II, perkembangan komputer telah memfasilitasi pengembangan sistematik kimia komputasi, yang merupakan seni pengembangan dan penerapan program komputer untuk menyelesaikan permasalahan kimia. Kimia teori memiliki banyak tumpang tindih (secara teori dan eksperimen) dengan fisika benda kondensi dan fisika molekular.

3.Perkembangan Ilmu Kimia Menurut Al Qur’an
             Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (QS:3:190) Sebagaimana telah dikemukan pada urain sebelumnya, Al-Qur’an bukanlah kitab ilmu pengetahuan atau kitab kimia dalam pengertian harfiahnya. Akan tetapi, Al-Qur’an adalah kitab petunjuk bagi umat manusia. Dalam berbagai konteks, Al-Qur’an memberikan petunjuk mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi manusia dan sekaligus menjadi gudang ilmu pengetahuan serta menjadi pintu pembuka untuk melakukan penelitian tentang berbagai aspek kehidupan manusia. Dengan demikian, dalam Al-Qur’an di sana-sini kita temukan ayat-ayat yang mendorong pembacanya untuk melakukan penelitian lebih lanjut dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, termasuk ilmu kimia.
Untuk itu, tidak mengherankan jika para ilmuwan Muslim memperoleh inspirasi yang amat besar dari Al-Qur’an untuk mengembangkan ilmu ini. Misalnya, dengan berbagai konteks yang berbeda kita temukan dalam Al-Qur’an :
Ø  tentang emas dan perak sebagai logam mulia (Q.S Ali ‘Imran [3]: 14 dan Al-Taubah [9]: 34),sebagai barang perhiasan yang mewah (Q.S Al-Zukhruf [43]: 33-53),sebagai tanda karunia Allah yang akan diberikan kepada para penghuni surga (Q.S Al-Hajj [22]: 23 dan Al-Kahfi [18]: 31)
Ø  Besi disebut-sebut sebagai logam yang mengandung banyak manfaat (Q.S Al-Hadid [57]: 25), sebagai contoh benda yang paling keras (Q.S Al-Isra’ [17]: 51), sebagai zat yang berwarna merah jika dipanaskan sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96), menjadi bahan pokok untuk membuat barang-barang lainnya seperti baju besi (baju perang, Q.S Saba’ [34]: 10-11), dan menjadi alat penyiksaan di neraka (Q.S Al-Hajj [22]: 21).
Ø  Demikian pula dengan timah dan tembaga yang disebut Al-Qur’an sebagai bahan pelengkap konstruksi sebuah bangunan (Q.S Al-Kahfi [18]: 96) serta ter yang dalam Surah Ibrahim [14]: 50) disebutkan sebagai pakaian penghuni neraka.

Al-Qur’an juga menyebutkan adanya sebuah benda yang mungkin bisa disebut sebagai “atom” dan benda lain yang lebih kecil dari atom (Q.S Al-Zalzalah [99]: 7-8) dalam kaitannya dengan nilai perbuatan manusia.







PENUTUP

A. KESIMPULAN

Ilmu Pengetahuan Alam Barat berkembang pesat ejak zaman “renaissance” pada abad ke-18. Sedangkan Al Qur’an di wahyukan oleh Allah S.W.T kepada Nabi Muhammad S.A.W pada abad ke-6. Dari pendekatan sejarah tersebut kita mengetahui bahwa Al Qur’an lebih dulu ada sebelum ilmu pengetahuan alam barat berkembang.
Apabila ada suatu ilmu pengetahuan alam, maka kita dapat mengkonfirmasikannya dengan Al Qur’an. Apabila sesuai dengan apa yang terkandung di dalam Al Qur’an, maka Al Quran akan mengokohkan ilmu pengetahuan tersebut, namun bila tidak sesuai maka Al Qur’an akan menyalahkan ilmu pengetahuan tersebut. Seperti teori Darwin yang menganggap bahwa manusia berasal dari kera yang telah berevolusi.
           Pertanyaannya dari mana nabi Muhammad SAW yang hidup lebih dari 14 abad yang lalu itu mengetahui semua ini? Padahal kenyataan membuktikan diperlukan waktu berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun bagi para ilmuwan untuk mengetahui suatu rahasia alam walaupun dengan alat yang canggih sekalipun.
          Namun sebaliknya bila sekarang ini ada temuan sains yang terlihat bertentangan dengan teks Al-Quran, sebenarnya ada dua kemungkinan. Yang pertama mungkin data atau informasi yang didapat para ilmuwan belum tepat, sedang yang kedua mungkin pemahaman kita terhadap Al-Quranlah yang kurang tepat. Tidak mungkin keduanya saling bertentangan. Karena dengan makin majunya tehnologi, pengetahuan juga makin berkembang, maka akibatnya penafsiran terhadap Al-Quranpun juga dapat berkembang, terutama dalam hal yang berkaitan dengan ilmu ke-alam semestaan.










B. SARAN

Dalam pembuatan makalah ini, kami dapat memberikan saran-saran, sebagai berikut :
1. Sebagai generasi penerus yang baik, sebaiknya kita tidak mengabaikan ilmufisika dan kimia yang telah kita pelajari sebelumnya agar dapat turut sertamengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.
2. Kita harus memanfaatkan semaksimal mungkin ilmu fisika dan kimia untuk hal-hal yang bermanfaat.
3. Sebaiknya kita tidak menyalahgunakan ilmu fisika dan kimia yang kita milikiuntuk hal-hal yang berakibat buruk baik itu bagi diri sendiri maupun bagiorang lain.
4. Jangan pernah mengabaikan ilmu pengetahuan yang telah kita dapatkan,karena tidak ada ilmu pengetahuan yang sia-sia.
5. Dalam mempelajari ilmu pengetahuan, hendaknya kita melihat dari berbagaisudut pandang yang ada, misalnya tinjauan dari segi Islam
































DAFTAR PUSTAKA
.
Mawardi, Drs, Nur Hidayat, Ir. 2000. Ilmu Alamiah Dasar, Bandung : Pustaka Setia
Bucauille, Maurice. 1999. Asal Usul Manusia, Surabaya : Mizan
Jasin, Maskoeri,Drs. 1997. Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta : Rajawali Pers
http;//budakfisika.blogspot.com
Supartono, Drs, dkk. 1999. Ilmu Alamiah Dasar, Jakarta : Graha Indonesia
Rano, Sumbawa P. 1987. Ilmu Alamiah Dasar, Surabaya : Usaha Nasional

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar